Ringkasan Kajian: Bab Riya, Sum'ah, dan Ujub
(Pemateri: Ustadz Ammi Nur Baits, S.T., B.A.)
1. Memahami Riya (Penyakit Pandangan Mata)
Definisi: Secara bahasa, riya berasal dari kata ra'aa (melihat). Secara istilah, riya adalah melakukan suatu amalan ibadah dengan tujuan untuk diperlihatkan, ditonton, atau mendapatkan pujian dan pengakuan dari manusia.
Karakteristik: Riya berkaitan erat dengan indra penglihatan. Seseorang sengaja memperbagus gerakan shalatnya, memperlama sujudnya, atau menampakkan raut wajah lelah beribadah agar orang lain yang melihatnya merasa kagum.
Dampak: Riya termasuk dalam kategori syirik kecil (syirik ashghar). Jika riya menyertai suatu amalan dari awal hingga akhir, maka amalan tersebut rusak secara total dan pelakunya berdosa.
2. Memahami Sum'ah (Penyakit Pendengaran)
Definisi: Secara bahasa, sum'ah berasal dari kata sami'a (mendengar). Secara istilah, sum'ah adalah memperdengarkan atau menceritakan kembali amalan ibadah yang telah dilakukan kepada orang lain agar namanya terdengar harum, populer, atau dipuji.
Karakteristik: Berbeda dengan riya yang terjadi saat ibadah langsung, sum'ah sering kali terjadi setelah ibadah itu selesai. Misalnya, seseorang yang shalat tahajud secara sembunyi-sembunyi di malam hari (tidak riya), namun keesokan harinya ia menceritakan kepada temannya, "Aduh, semalam pas saya tahajud, hawanya dingin sekali ya."
Dampak: Menceritakan amalan dengan niat mencari kedudukan di hati manusia akan menggugurkan pahala amalan yang semula ikhlas tersebut.
3. Memahami Ujub (Penyakit Keangkuhan Batin)
Definisi: Ujub adalah perasaan kagum terhadap diri sendiri, mengagungkan kehebatan amalannya, atau merasa diri memiliki kelebihan tanpa menyandarkan nikmat tersebut kepada Allah SWT.
Karakteristik: Jika riya dan sum'ah membutuhkan orang lain (penonton/pendengar), maka ujub tidak membutuhkan orang lain. Ujub murni terjadi di dalam ruang privasi hati seseorang saat ia menilai dirinya lebih saleh, lebih pintar, atau lebih hebat dari orang lain.
Bahaya Ujub: Ujub membuat manusia melupakan nikmat dan taufik dari Allah. Ia merasa ibadahnya murni karena kehebatan dirinya sendiri. Sifat inilah yang dahulu membuat iblis terusir dari surga ketika menyombongkan asal-usul penciptaannya.
4. Perbedaan Mendasar Ketiganya
Ustadz Ammi Nur Baits sering menyederhanakan perbedaan ketiganya melalui analogi orientasi:
Riya: Beribadah agar dilihat orang lain.
Sum'ah: Beribadah atau menceritakan ibadah agar didengar orang lain.
Ujub: Mengagumi diri sendiri dan merasa hebat meskipun sendirian (merasa tidak butuh penilaian orang lain karena merasa dirinya sudah pasti hebat).
5. Solusi Spiritual untuk Membentengi Hati
Untuk selamat dari cengkeraman riya, sum'ah, dan ujub, Ustadz Ammi Nur Baits menekankan beberapa tips berikut:
Menyembunyikan Amalan Salih: Sebisa mungkin, miliki amalan sirr (amalan rahasia) yang tidak diketahui oleh siapa pun termasuk pasangan atau keluarga, seperti sedekah sembunyi-sembunyi atau shalat sunnah di kamar yang sepi.
Menyadari Hakikat Pujian: Pujian manusia tidak akan menambah derajat kita di mata Allah, dan hinaan manusia tidak akan mengurangi takdir kita. Keduanya tidak mendatangkan manfaat di akhirat.
Mengembalikan Semua pada Taufik Allah: Setiap kali selesai melakukan amalan besar, langsung sadari bahwa kita bisa shalat, mengaji, atau bersedekah semata-mata karena Allah yang menggerakkan hati dan memberi modal kesehatan, bukan karena kehebatan kita. Ini adalah obat penawar ujub yang paling mustajab.
Memperbanyak Doa Perlindungan: Senantiasa mengamalkan doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ untuk berlindung dari syirik yang tidak disadari:
“Allahumma inni a’udzubika an usyrika bika wa ana a’lamu, wa astaghfiruka lima laa a’lamu” (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu di kala aku tahu, dan aku memohon ampun kepada-Mu dari urusan yang tidak aku ketahui).
Mengapa Ketiganya Disebut Sangat Berbahaya?
Ustadz Ammi Nur Baits menekankan beberapa alasan mengapa ketiga penyakit hati ini wajib diwaspadai secara serius:
Pencuri Pahala yang Halus: Ketiganya tidak membatalkan status keislaman seseorang (tidak membuat keluar dari Islam), tetapi mereka bertindak sebagai "rayap" yang merusak dan menghancurkan tumpukan pahala shalat, sedekah, haji, dan puasa yang telah susah payah kita bangun seumur hidup.
Menipu Pelakunya: Banyak orang merasa dirinya sedang menumpuk pahala yang besar di dunia, namun di akhirat nanti mereka terkejut karena amalan tersebut didebu-terbangkan oleh Allah akibat niat yang kotor.
Ancaman Neraka: Dalam hadis populer, tiga golongan yang pertama kali dilemparkan ke dalam api neraka bukanlah pembunuh atau pezina, melainkan seorang qari' (pembaca Al-Qur'an/ulama), orang yang mati syahid, dan orang yang gemar bersedekah, yang mana ketiganya beramal hanya demi mengejar predikat dan pujian manusia (riya'/sum'ah).