Selasa, 02 Juni 2026

5. Apakah KH. Ahmad Dahlan Melakukan Tahlilan?

 Apakah KH. Ahmad Dahlan Melakukan Tahlilan?

(Disarikan dari Penjelasan Ustadz Mujiman)

Dalam diskursus keislaman di Indonesia, perdebatan mengenai tradisi lokal seperti tahlilan, selamatan kematian, hingga pemugaran kuburan leluhur sering kali dikaitkan dengan gerakan pemurnian (purifikasi) yang diusung oleh Ormas Muhammadiyah. Banyak orang kemudian mempertanyakan: bagaimana sebenarnya sikap dan keteladanan dari sang pendiri Persyarikatan, KH. Ahmad Dahlan, terhadap tradisi-tradisi tersebut? Apakah beliau bersikap konfrontatif atau memiliki pendekatan tersendiri?

1. Misi KH. Ahmad Dahlan terhadap Tradisi Selamatan Kematian

Melalui kajiannya, Ustadz Mujiman mengurai tentang karakteristik kepemimpinan dan dakwah KH. Ahmad Dahlan. Salah satu fokus dakwah Kiai Dahlan pada masanya adalah melakukan pelurusan terhadap adat-istiadat yang dinilai tidak memiliki tuntunan kuat di dalam syariat Islam, termasuk di antaranya adalah budaya selamatan bagi orang yang sudah meninggal dunia serta tradisi tahlilan ritual kematian.

Sebagai tokoh pembaru, KH. Ahmad Dahlan berupaya membawa umat Islam kembali kepada kemurnian ajaran Al-Qur'an dan Sunnah, yang secara perlahan menggeser ketergantungan masyarakat pada ritual-ritual kultural sisa peradaban sebelumnya.

2. Pandangan Terhadap Tradisi Membangun Kuburan Leluhur

Selain masalah selamatan kematian, hal krusial lain yang menjadi perhatian dalam dakwah purifikasi ini adalah tradisi membangun atau mengijing kuburan para leluhur secara berlebihan. Di dalam kaidah fikih yang dipegang, membangun bangunan permanen atau mengagungkan kuburan adalah perkara yang dilarang karena berpotensi mengarah pada kultus individu atau bahkan kesyirikan.

Oleh karena itu, gagasan pemurnian ini bertujuan agar kuburan dikembalikan kepada fungsi aslinya sebagai pengingat kematian yang sederhana, tanpa ada unsur ubo rampe atau pengultusan yang berlebihan.

3. Karakteristik Kepemimpinan dan Pendekatan Dakwah

Meskipun KH. Ahmad Dahlan memiliki misi untuk memurnikan akidah dan menghilangkan tradisi yang dianggap bid'ah (tidak ada tuntunan), pendekatan kepemimpinan dan dakwah yang beliau gunakan tidaklah dilakukan dengan cara-cara yang kasar, radikal, atau destruktif.

Kiai Dahlan dikenal memiliki leadership yang bijaksana. Beliau meluruskan tradisi bukan dengan memusuhi pelakunya secara personal, melainkan melalui jalur pendidikan, diskusi yang logis, serta keteladanan langsung. Beliau mengenalkan alternatif amalan yang jauh lebih bermaslahat dan sesuai tuntunan sunnah, seperti memperbanyak sedekah yang sah untuk mayit, menyantuni anak yatim, dan memajukan pendidikan umat.

Kesimpulan: Penguatan Ideologi bagi Kader Modern

Mempelajari sejarah dan pandangan KH. Ahmad Dahlan mengenai tahlilan dan selamatan kematian ini sangat penting bagi penguatan ideologi serta kaderisasi kepemimpinan di tubuh Muhammadiyah masa kini. Kader modern diharapkan mampu meneladani ketegasan Kiai Dahlan dalam memegang prinsip tauhid, namun tetap menggunakan cara yang santun, inklusif, dan argumentatif ketika menghadapi perbedaan kultural di tengah-tengah masyarakat majemuk.


Referensi Konten:

  • Sumber Video: YouTube Shorts – Jaga Tauhid, "KH AHMAD DAHLAN TAHLILAN? | Ustadz Mujiman"

  • Tautan: [https://www.youtube.com/watch?v=HES_IkolNIQ](https://www.youtube.com/watch?v=HES_IkolNIQ)



Playlist Link





Baca Juga 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

5. Apakah KH. Ahmad Dahlan Melakukan Tahlilan?

  Apakah KH. Ahmad Dahlan Melakukan Tahlilan? (Disarikan dari Penjelasan Ustadz Mujiman) Dalam diskursus keislaman di Indonesia, perdebatan ...