Minggu

AGAMA (ISLAM) ITU MUDAH

 AGAMA (ISLAM) ITU MUDAH, BID'AH YANG MEMBUATNYA MENJADI RUMIT*


Islam adalah agama yang sempurna, mudah diamalkan, dan sesuai dengan fitrah manusia. Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak menghendaki kesulitan bagi hamba-Nya dalam menjalankan syariat.

Allah Ta'ala berfirman:

«"Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu."
(QS. Al-Baqarah: 185)»

Dan Allah berfirman:

«"Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan."
(QS. Al-Hajj: 78)»

Rasulullah shalallahu 'alayhi wa sallam juga bersabda:

«"Sesungguhnya agama ini mudah. Tidaklah seseorang mempersulit agama melainkan agama itu akan mengalahkannya. Maka berlaku luruslah, mendekatlah kepada kesempurnaan, bergembiralah, dan mintalah pertolongan dengan beribadah pada waktu pagi, sore, dan sebagian malam."
(HR. Al-Bukhari no. 39)»

Kemudahan dalam Islam bukan berarti bebas mengikuti hawa nafsu atau meninggalkan kewajiban. Kemudahan yang dimaksud adalah mengikuti syariat sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah shalallahu 'alayhi wa sallam tanpa menambah dan tanpa mengurangi.

Di antara sebab agama menjadi terasa berat adalah ketika seseorang menambahkan amalan-amalan yang tidak pernah dicontohkan oleh Nabi shalallahu 'alayhi wa sallam dan para sahabatnya. Bid'ah melahirkan tata cara ibadah baru, bacaan baru, ritual baru, hari-hari khusus baru, atau keyakinan baru yang tidak memiliki dalil yang sahih. Akibatnya, agama yang sebenarnya sederhana menjadi rumit dengan berbagai aturan dan tradisi yang tidak berasal dari wahyu.

Rasulullah shalallahu 'alayhi wa sallam bersabda:

«"Barang siapa mengada-adakan dalam urusan (agama) kami ini sesuatu yang bukan darinya, maka amalan itu tertolak."
(HR. Al-Bukhari no. 2697 dan Muslim no. 1718)»

Dalam riwayat lain beliau bersabda:

«"Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad, dan seburuk-buruk perkara adalah perkara yang diada-adakan. Setiap bid'ah adalah kesesatan."
(HR. Muslim no. 867)»

Imam Malik rahimahullah berkata:

«"Barang siapa membuat suatu bid'ah dalam Islam yang ia anggap baik, maka sungguh ia telah menuduh bahwa Muhammad shalallahu 'alayhi wa sallam telah mengkhianati risalah. Sebab Allah telah berfirman: 'Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kalian agama kalian.' Maka apa yang pada hari itu bukan bagian dari agama, hari ini pun bukan bagian dari agama."»

Karena itu, jalan keselamatan adalah mencukupkan diri dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah menurut pemahaman Rasulullah shalallahu 'alayhi wa sallam, para sahabat, dan para ulama yang mengikuti jejak mereka dengan baik. Apa yang beliau contohkan, itulah yang kita amalkan. Apa yang beliau tinggalkan dalam urusan ibadah, maka kita pun meninggalkannya.

Islam tidak membutuhkan tambahan dari siapa pun. Agama ini telah sempurna. Tugas seorang muslim bukan menciptakan cara baru dalam beribadah, melainkan berusaha ikhlas dan benar dalam mengikuti tuntunan Nabi shalallahu 'alayhi wa sallam.

Semoga Allah memberikan kepada kita taufik untuk berpegang teguh kepada sunnah, menjauhkan kita dari segala bentuk bid'ah, serta mewafatkan kita di atas tauhid dan ittiba' kepada Rasulullah shalallahu 'alayhi wa sallam. Aamiin.

29 Mutiara Hikmah Imam Sufyan ats-Tsauri

  29 Mutiara Hikmah Imam Sufyan ats-Tsauri Beliau adalah Sufyan bin Sa’id bin Masruq ats-Tsauri. Imam Yahya bin Ma’in mengatakan bahwa Sufya...