WAKTU BARANG BERHARGA YANG TERABAIKAN
Ustadz Ammi Nur Baits حفظه الله تعالى🗓️ Selasa, 11 Agustus 2026
🏢 Masjid Thurfah Jongke, Sleman, Yogyakarta
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Islam sangat menghargai waktu, maka kita sebut barang berharga yang terabaikan, karena banyak sekalian kegiatan kita yang tidak bernilai, sehingga manusia selalu butuh untuk diingatkan agar tidak sembarangan dalam menghabiskan waktu. Mukmin ketika menjalani hidup ibarat modal, sedangkan amal ibadah dan ketaatan ibarat keuntungan sehingga waktu yang tidak menghasilkan pahala modalnya hilang tanpa pahala, ketika berbuat dosa modalnya hilang justru punya hutang, sehingga orang yang beruntung adalah ketika modalnya hilang namun mendapatkan keuntungan [pahala].
Para sahabat menasehatkan tentang berharganya waktu, sebagaimana atsar berikut ini
قال ابن مسعود رضي الله عنه
ما ندمت على شيء ندمي على يوم غربت شمسه نقص فيه أجلي ولم يزد فيه عملي.
لطائف المعارف(251
Ibnu Mas’ud radhiyallahu mengatakan,“Tidaklah aku menyesali sesuatu pada hari yang matahari tenggelam padanya melainkan berkurangnya umurku namun tidak bertambah amalanku.”[Lathaaiful Ma’arif 251]
Hasan Al Bashri mengatakan,
ابن آدم إنما أنت أيام كلما ذهب يوم ذهب بعضك
“Wahai manusia, sesungguhnya kalian hanyalah kumpulan hari. Tatkala satu hari itu hilang, maka akan hilang pula sebagian dirimu.”[1][1] Hilyatul Awliya’, 2/148, Darul Kutub Al ‘Arobi
Menjadi peringatan bagi kita bahwa kita semua akan dihisab,
﴿اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَىٰ بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا﴾
[ الإسراء: 14]
"Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu". [Al Isra: 14]
Manusia ada yang ketakutan ketika membaca catatan amalnya,
وَوُضِعَ ٱلْكِتَٰبُ فَتَرَى ٱلْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَٰوَيْلَتَنَا مَالِ هَٰذَا ٱلْكِتَٰبِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّآ أَحْصَىٰهَا وَوَجَدُوا۟ مَا عَمِلُوا۟ حَاضِرًا وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا
Artinya: Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: "Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun".[QS Al-Kahfi Ayat 49]
Ditegaskan dalam firman Allah
فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُۥ
Artinya: Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.[QS Az-Zalzalah Ayat 7]
وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُۥ
Artinya: Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.[QS Az-Zalzalah Ayat 8]
Maka tidak boleh kita meremehkan pelanggaran syariat sekecil apapun, karena tidak ada yang bisa menjamin kelak di akhirat kecuali Allah.
wallahu'alam
Youtube : https://www.youtube.com/watch?v=-98r-S87VvA
Facebook : https://web.facebook.com/UstadzAmmiNurBaits
#waktu #harga #abai #prinsip #hidup
ARTIKEL LAIN
- Ruh-ruh itu bagaikan pasukan yang berkelompok
- Salah Memilih Teman Berujung Penyesalan di Hari Kiamat
- Kewajiban Menuntut Ilmu Agama
- Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga
- Bab Riya, Sum'ah, dan Ujub
- BAB RIYA
- BAHAYANYA SYUBHAT DIBANDING BERBUAT MAKSIAT
- Urutan Amal Shalih Yang Lebih Utama
- Dua Hal yang Memudahkan Masuk Surga
- Hadits Arbain ke-37
- Hadits Al-Arbain An-Nawawiyah #37
- Sebab Pahala Amal Dan Dosa Dapat Berlipat Ganda
- Menimbang Bobot Amal: 4 Tingkatan Pahala dan 4 Tingkatan Dosa
- AGAMA (ISLAM) ITU MUDAH
- WAKTU BARANG BERHARGA YANG TERABAIKAN