*TEMAN BERGAUL, CERMINAN DIRI ANDA*
*Oleh Ustadz Abu Ahmad Said Yai, Lc* https://t.me/almanhaj
Sebenarnya, sangat mudah mengetahui seperti apa cerminan diri Anda. Cukup dengan melihat bersama siapa saja Anda sering bergaul, seperti itulah cerminan diri Anda. Kenyataan ini telah dipaparkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
الْمُؤْمِنُ مِرْآةُ (أخيه) الْمُؤْمِنِ
Seorang mukmin cerminan dari saudaranya yang mukmin [1]
Kalau seorang biasa berkumpul dengan seseorang yang hobinya berjudi, maka kurang lebih dia seperti itu juga. Begitu pula sebaliknya, kalau dia biasa berkumpul dengan orang yang rajin shalat berjamaah, maka kurang lebih dia seperti itu.
Allah Azza wa Jalla menciptakan ruh dan menciptakan sifat-sifat khusus untuk ruh tersebut. Di antara sifat ruh (jiwa) adalah dia tidak mau berkumpul dan bergaul dengan selain jenisnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menegaskan hakekat ini dengan bersabda:
الأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجَنَّدَةٌ فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا اخْتَلَفَ
Ruh-ruh itu bagaikan pasukan yang berkumpul (berkelompok). (Oleh karena itu), jika mereka saling mengenal maka mereka akan bersatu, dan jika saling tidak mengenal maka akan berbeda (berpisah) [2]
Memilih teman yang baik adalah sesuatu yang tak bisa dianggap remeh. Karena itu, Islam mengajarkan agar kita tak salah dalam memilihnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
Seseorang itu tergantung pada agama temannya. Oleh karena itu, salah satu di antara kalian hendaknya memperhatikan siapa yang dia jadikan teman [3]
Sudah dapat dipastikan, bahwa seorang teman memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap temannya. Teman bisa mempengaruhi agama, pandangan hidup, kebiasaan dan sifat-sifat seseorang.
Footnote
[1]. HR al-Bukhâri (al-Adabul -Mufrad no. 239) dan Abu Dâwud no. 4918 (ash-Shahîhah no. 926)
[2]. HR al-Bukhâri no. 3336 dan Muslim no. 6708
[3]. HR Abu Dâwud no. 4833 dan at-Tirmidzi
Baca lebih lengkapnya Disini:
ARTIKEL LAIN
- Ruh-ruh itu bagaikan pasukan yang berkelompok
- Salah Memilih Teman Berujung Penyesalan di Hari Kiamat
- Ibnu Mas’ud Melarang Dzikir Berjamaah
- Kewajiban Menuntut Ilmu Agama
- Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga
- Bab Riya, Sum'ah, dan Ujub
- BAB RIYA
- BAHAYANYA SYUBHAT DIBANDING BERBUAT MAKSIAT
- Urutan Amal Shalih Yang Lebih Utama
- Dua Hal yang Memudahkan Masuk Surga
- Hadits Arbain ke-37
- Hadits Al-Arbain An-Nawawiyah #37
- Sebab Pahala Amal Dan Dosa Dapat Berlipat Ganda
- Menimbang Bobot Amal: 4 Tingkatan Pahala dan 4 Tingkatan Dosa
- AGAMA (ISLAM) ITU MUDAH
- WAKTU BARANG BERHARGA YANG TERABAIKAN